A.
Mukjizat
Mukjizat secara terminologi berasal
dari kata al-i'jaz dari 'ajaza yang artinya melemahkan atau mengalahkan.
Menurut Imam as-Suyithi dalam kitab Al-itqan fi
'Ulum Al-Qur'an adalah kejadian yang melampaui batas kebiasaan, didahului
tantangan, tanpa ada tandingan.
Menurut Ibnu Khaldun adalah perbuatan-perbuatan yang
tidak mampu ditiru manusia. Maka ia dinamakan mukjizat, tidak masuk kategori
yang mampu dilakukan hamba, dan berada di luar standar kemampuan mereka.
Mukjizat merupakan kejadian/kelebihan
di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya
dimilki oleh para rasul yang diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya.
Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar bisa itu tidak
bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karamah. Kemudian ada pula istilah
irhasat dan khawariq, irhasat adalah pertanda yang terjadi untuk menunjukkan
tanda kelahiran seorang nabi (sebelum kenabian). Sedangkan khawariq adalah
kejadian yang terjadi dalam keadaan yang luar biasa.
Mukjizat biasanya berisi tentang
tantangan terhadap hal-hal yang sedang menjadi trend pada zaman diturunkannya
mukjizat tersebut. Misalnya pada zaman Musa, trend yang sedang terjadi adalah
ilmu sihir maka dengan mukjizat tongkat Musa bisa berubah menjadi ular dan
mengalahkan ilmu sihir orang lain yang ada di sekitarnya. Juga pada zaman Isa,
trend yang sedang berkembang adalah ilmu kedokteran dan pengobatan, maka pada
saat itu mukjizat Isa adalah bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal yang
merupakan puncak dari ilmu pengobatan.
Demikian juga pada zaman Muhammad,
trend yang sedang berkembang adalah ilmu sastra. Maka disaat itulah dirunkan
Al-Qur'an sebagai mukjizat Muhammad. Nabi yang pada saat itu tidak bisa membaca
dan menulis tapi bisa menunjukkan Al-Quran yang diyakini oleh umat Muslim,
memiliki nilai sastra tinggi, tidak hanya dari cara pemilihan kata-kata tapi
juga kedalaman makna yang terkandung di dalamnya sehingga Al-Quran dapat terus
digunakan sebagai rujukan hukum yang tertinggi sejak zaman masa hidup nabi
sampai nanti di akhir zaman.
Beberapa contoh mukjizat para nabi
dan rasul:
·
Daud memiliki suara merdu sehingga
makhluk lain pun ikut bertasbih bersamanya, sanggup berbicara dengan burung,
dan berhasil mengalahkan Jalut seorang prajurit raksasa dari negeri Filistin,
sanggup melunakkan besi dengan tangan kosong.
·
Ibrahim tidak hangus dibakar, karena api
yang membakarnya berubah menjadi dingin.
·
Yusuf memiliki ketampanan luar biasa dan
mampu mentakwilkan mimpi-mimpi.
·
Shaleh berupa unta betina yang tidak
boleh disembelih, sebagai hujjah atas kaumnya.
·
Yunus bisa hidup di dalam perut ikan nun
selama tiga hari.
·
Sulaiman sanggup berbicara dalam bahasa
hewan, menguasai bangsa jin, mampu menundukkan angin, memiliki permadani yang
terbuat dari sutera hijau dengan benang emas dengan ukuran 60 mil panjang dan
60 mil lebar.
·
Musa berupa tongkat, tangan, belalang,
kutu, katak, darah, topan, laut, dan peristiwa-peristiwa di Bukit Thur.
·
Isa berupa kemampuan menyembuhkan orang
buta, menyembuhkan penderita kusta dan menghidupkan orang mati.
·
Muhammad berupa Isra dan Mi'raj,
membelah bulan untuk membuktikan kenabiannya terhadap orang Yahudi,
bertasbihnya kerikil di tangannya, batang kurma yang menangis, pemberitaan
Muhammad tentang peristiwa-peristiwa masa depan ataupun masa lampau, tetapi
mukjizat yang terbesar adalah Al-Qur’an.
Alquranul Karim merupakan mukjizat
yang bersifat abadi, berbeda dengan mukjizat rasul-rasul sebelumnya. Alquran
adalah mukjizat ilmiah yang mengajak untuk membahas dan meneliti ayat-ayat dalam
rangka menemukan hakekat ilmiah yang ditetapkan oleh ilmu kontemporer. Maka
tidaklah mengherankan apabila Alquran menegaskan pembenaran dan kecocokan
terhadap apa yang dihasilkan oleh penemuan-penemuan ilmu pengetahuan
kontemporer setelah ratusan tahun para pakar baru menemukannya dengan kajian,
pembahasan dan penalaran. Mereka menemukan fenomena-fenomena sosial, politik,
hukum, fisika, dan lainnya. Alquran telah membawanya sebelum semua terlintas
dalam pengetahuan manusia pada waktu diturunkannya. Kemudian muncul secara
jelas bukti-buktinya pada era modern ini





